Archive for June, 2013

Kapten, kapal kita miring, Kapten

Saya ingin bertanya, siapakah musuh yang sekarang kita lawan?

Kapitalisme dari negri nun jauh?
Kebodohan negri sendiri?
Atau apa?

Kalau benar kita dikuliti mereka, dengan cara apa melawan?
Kita kalah cerdas. Di masa sekarang ini tidak mungkin mengalahkan mereka dengan anarkisme.
Mereka jelas sudah tahu betul mengantisipasi gerakan macam itu.
Kita berdebat satu sama lain.

“Ah, diam kau, hanya bicara saja di media sosial, tidak tahu kondisi lapangan. Tidak pernah turun ke jalan!”

“Ah, kau hanya bisa demonstrasi anarkis. Katanya membela kaum lemah, tapi merusak fasilitas dan merugikan negara!”

Soekarno pasti sedang menertawakan kita dari alam sana, boro-boro ia sedih.

“Sudah kubilangkan, perjuanganmu adalah melawan bangsamu sendiri, dan itu lebih sulit. Malah dulu kau korbankan aku.”

Soeharto, hmm, barangkali ia sedang geleng-geleng kepala.

“Reformasimu kebablasen, kaum muda.”

Gus Dur pasti keheranan melihat perpecahan kaum muda bangsa ini (mungkin).

“Lah, wong ngaku pinter kok gara-gara nonton berita tv, tapi ga pernah baca buku. Lah iki sok demo-demo mbelgedesh bikin susah orang lain.”

Dan boleh dibayangkan reaksi pahlawan-pahlawan lainnya. Boro-boro sedih, menangis, terisak, pasti kebanyakan ketawa.

Kok ketawa? Ya iyalah, masa ya iyadong.

Sekarang tiba-tiba banyak yang menyesal dijajah Belanda. “Kok ga Inggris aja sih? Kan bisa makmur kayak tetangga sebelah.”

Generasi sekarang itu sok pintar. Padahal sehari-hari dapet ilmu dari twitter, berita di tivi-tivi, baca teenlit, nonton ftv. Banyak buku sejarah yang lupa dibaca, banyak sastra penting yang enggan dibaca. Banyak yang lupa realita. Banyak yang suka buang-buang pulsa/kuota internetan untuk hal tak penting. Lalu kalau saya marahi orang itu, saya akan dicerca balik: “ih, ngapain lu ngurusin gue, duit-duit gue, suka-suka gue lah, sok bener lu!”

Baiklah, zaman sekarang orang-orang mau diakui individualitasnya, hak pribadinya, sampai kesoktahuannya.

Sudahlah. Sudah terlalu banyak orang sok iya-benar-tepat-tahu di zaman sekarang. Saya juga sok yang seperti itu, akui saja. Ilmu kita cetek, banyak bicara, sedikit membaca dan mendengar.

Susah memang membenahi negri ini. Mengusir perusahaan asing, menikmati profit dari kekayaan alam yang kita punya. Semua negara ingin memperkosa negri ini, tanpa kondom kalau bisa. Jadi? Ya memang adil. Negrinya subur makmur, alamnya kaya, tanahnya hijau. Orang-orangnya?  Ya gitu deh.

X:BBM naik gimana dong? Ah, udah naik berkali-kali. Pas dulu bbm naik gimana hayo?
Y:Ah, Bapak egois, tak memikirkan nasib rakyat kecil yang semakin terpuruk!
X:Sana, kamu kasih semua harta kamu ke rakyat kecil yang susah, biar mereka hidup lebih layak dan kamu menderita. Bagaimana?
Y:ga gitulah pak! Yang salah kan pemerintah! Pemerintah yang harus kita serang!
X:coba kasi setengah duit jajanmu untuk rakyat kecil, berani?
Y:tapi pak..
X:haha yasudah, sana, lakukan yang menurutmu benar, anak muda!

Advertisements

June 22, 2013 at 16:19 Leave a comment

Heiho

been a long time.

well, i gotta start writing again.

 

June 21, 2013 at 08:57 Leave a comment


Visitor

Date of Post

June 2013
M T W T F S S
« Oct   Jul »
 12
3456789
10111213141516
17181920212223
24252627282930