Review EP: 90 Horse Power

April 24, 2016 at 18:40 Leave a comment


Hmm udah ampir dua tahun ga pernah nulis lagi di blog ini, tapi berhubung tahun ini nampaknya jadi tahun yang seru buat nulis, jadi gue nulis lagi.

Anyway kali ini gue mao ngereview sebuah EP yang belom lama gue beli, yakni EP dari band 90 Horse Power.

Mungkin flashback dikit tentang band ini dulu deh. 90 Horse Power (90 HP) itu band dari FIB UI, yep, most of us taunya band jebolan FIB ya Payung Teduh, tapi aslinya ada banyak, cuma emang ga dapet eksposure dan ketenaran seperti Payung Teduh aja.

Gue ga gitu inget kapan band ini pertama gue tonton livenya, kalo ga salah akhir 2014-an, tapi mulai ngeh bangetnya ya 2015. Soalnya maklum, ada banyak band di FIB, tapi dikit yang perjalanan karirnya bisa lebih dari setahun. Termasuk pesimisme gue ketika liat 90 HP, apakah ini cuma fun band yang manggung iseng-iseng, atau emang mau konsisten manggung. So far kebukti kalo band ini paling engga memenuhi kualifikasi dasar sebagai musisi panggung: rajin perform.

Kalo impresi pertama ngeliat mereka? Seems out of the blue, dan oh, fine. Dalam artian untuk warna musik atau teknik atau apalah ya gitu, gaada yang spesial. Ah, tapi toh gue juga bukan sarjana musik yang bisa dengan bebas ngejudge musikalitas orang. Intinya, ya, karena nuansa musik yang diusung cenderung simpel dan easy listening, gue anggep fine-fine aja, ga perlu dikritisi lebih.

Tapi, sama halnya dengan impresi kita terhadap manusia, butuh waktu untuk memahami. Impresi pertama ga mutlak merupakan gambaran sesungguhnya. Maka, seiring waktu, impresi gue terhadap band ini berubah.

Jujur, gue termasuk penikmat segala macam genre, dari yang lagu folk dua chord yang simpel, sampe standar jazz yang ga perlu patokan beat dan tangga nada lagi. Tapi gue selalu punya tempat tersendiri untuk musik-musik pop yang cerdas, dan gue rasa 90 HP jatuh ke kategori itu.

Gue butuh waktu untuk sadar bahwa mereka ga ambil pusing untuk ngecover lagu orang, dan dengan bangganya bawain lagu sendiri.

Yep, meskipun manggung di fakultas sendiri, tetep butuh nyali buat bawain lagu sendiri. Kadang ada apresiasi semu, komentar bias karena yang manggung temen sendiri, jadi mau ga mau harus muji.

Dan setelah puluhan kali manggung, awal taun ini mereka ngerilis EP mereka yang judulnya selftitled, 90 Horse Power (kayaknya, sih). Isinya tiga lagu, dan gue akan coba ngereview.

Lagu pertama judulnya Kabar Dari Hujan, durasi 3:04. Gue coba liat liriknya dulu, dan dugaan gue tepat–karena pas live kadang ga clear denger liriknya–kalo semuanya mainan rima. Liriknya sederhana, tapi cukup motivatif. Musiknya entah kenapa ada aroma throwback yang agak pop punk-ish gitu, apalagi kalo tempo lagunya dicepetin 1,5 kali, tambah berasa.

Lagu kedua judulnya Tersenyum Nanti, durasi 4:18. Pas bagian intro lagu dari detik pertama sampe detik 25, ngejebak banget. Pertama-tama gitar masuk pake efek delay ala semi-shoegaze dan dreampop gt. Terus masuk beat drum yang ngingetin gue sama beat drum di intro lagu L’Arc en Ciel yang Fourth Avenua Cafe. Dan gue rasa emang ada sedikit bumbu Japanese Pop-Rock yang mau dimasukin ke lagu ini. Permainan rima masih ada di lagu ini, dan gue asumsikan mereka emang mau bikin ciri khas lirikal dengan format kayak gini. Lagunya ga segembira track pertama, tapi secara diksi jauh lebih berbobot dari lagu pertama.

Dan lagu terakhir, track ketiga dari EP ini, judul lagunya Tak Lepas Pergi, durasi 5:21. Nah, kalo melihat kaidah psikologis dalam penyusunan tracklist sebuah EP (ini sok-sokan doang kok), mestinya lagu terakhir itu yang paling nendang secara komposisi, magnum opus EP itulah kira-kira. Dan kayaknya sih, 90 HP nerapin kaidah ini. Lagu terakhir ini keliatan dikasih muatan lebih, baik pilihan notasi pas reff, ataupun pilihan diksi secara keseluruhan. Yep, kalo misalnya istilah terburuk-terbaik dalam berkesenian itu valid, bolehlah gue kasih titel “The Best Song of This Ep” untuk track nomor tiga ini.

Secara keseluruhan, kerja anak-anak 90 HP untuk bikin EP ini patut banget diapresiasi. Gue ngikutin proses home-recording mereka untuk EP ini via instagram mereka. Ditambah lagi packaging yang baik, ada kaos yang bahan dan desainnya oke, juga personal greetings dari mereka untuk pembeli EP ini.

Semoga, ya, semoga, 90 Horse Power dan EP-nya ini bisa jadi inspirasi buat banyak musisi kampus lainnya untuk pede bawain lagu sendiri, dan bikin rilisan fisik biar uang yang diabisin buat bayar studio ngeband, untuk transportasi, beli efek, dan semua waktu yang kebuang pas latian ga jadi sia-sia.

Advertisements

Entry filed under: Uncategorized.

Problematika Tontonan Anak Memahami Kejeniusan Naoki Urasawa lewat Manga Billy Bat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Trackback this post  |  Subscribe to the comments via RSS Feed


Visitor

Date of Post

April 2016
M T W T F S S
« Sep   Sep »
 123
45678910
11121314151617
18192021222324
252627282930  

%d bloggers like this: